24 Agustus 2009

My LOVE life –part II-

Menurut saya, menceritakan kisah cinta saya selama ini bukanlah sebuah hal yang negatif dan menyebalkan, jika anda berfikir demikian, silakan meninggalkan blog saya, karena saya sangat tidak keberatan jika anda berbuat demikian. Terdengar sinis dan sombong ? TERSERAH apa kata anda..

Dalam postingan sebelumnya, saya sudah sempat membahas kisah cinta saya hingga saya memasuki awal perkuliahan, meskipun tidak terlalu mendetail, tapi itulah inti kisah cinta saya hingga saat itu. Setelah keadaan hati saya bisa dikatakan netral (tidak mencintai dan menyayangi seorang priapun), saya mulai bisa menjalani kegiatan sehari-hari saya dengan sangat tenang, bersama kedua teman kosan saya, mira dan inda (onyot).

Hingga pada suatu hari disaat saya dan mira bernostalgia berdua, kami memutuskan untuk saling berbagi kisah semasa sma dahulu (dahulu ? berlebihan sekali, padahal belum ada 1 tahun saya meninggalkan masa sma, :p ). Mira menunjukkan koleksi fotonya selama sma, dan saya tertarik melihat salah satu foto yang ia tunjukkan, sangat tertarik. Ada 3 orang dalam foto itu, dan mereka bertiga adalah teman dekat mira ketika sma, pria (tentu saja), saya masih sangat mengingat nama mereka bertiga, karena sampai sekarang, mereka adalah orang-orang yang berada disekitar saya, mono, qkiel, dan arul. Secara fisik, mono dan arul dapat dikatakan menarik, mereka putih dan well cukup tampan –ganteng-. Tapi entah karena saya memang lebih menyukai pria hitam dan manis, saya lebih memilih QKIEL. Dia jauh lebih menarik dimata saya daripada kedua temannya yang ganteng itu. Tanpa pikir panjang, sayapun langsung mencari informasi tentang qkiel dari mira, mulai nama lengkap, no handphone dan semua yang berkaitan dengannya. Keesokan harinya, saya memutuskan untuk menghubungi qkiel --berkenalan&pdkt-- , tentu bukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang gadis pada lawan jenisnya, tapi saya tidak peduli, saya ingin dan saya mampu, kenapa tidak ?. Komunikasi antara saya dan qkiel terjalin dalam waktu yang tidak lama, karena berakhir pada putusnya komunikasi.

Sendiri dan sendiri lagi membuat saya terbiasa, sampai seorang pria mengajak saya berkenalan, Hasby Chaffas Sultani. Nama yang cukup indah meskipun tidak seindah kenangan yang kemudian dia berikan pada saya. Saya tidak terlalu ingat kapan dia mengajak saya berkenalan, tapi saya masih ingat dengan jelas darimana dia mendapatkan nomor handphone saya, Dahniar. Dahniar adalah teman satu asrama CMS saya (saya sudah membahas masalah CMS pada posting sebelumnya), Dahniar dan Hasby adalah teman yang cukup dekat diUniversitas Airlangga Surabaya. Setelah melalui proses pendekatan dan tidak cukup lama, saya dan Hasby resmi berpacaran pada tanggal 23 Agustus 2007 dengan cara yang tidak wajar. Saya dan dia memutuskan untuk berpacaran meskipun kita berdua belum pernah bertemu –KONYOL!!--. Karena saya belum bisa mempercayai perasaan yang dia ungkapkan sepenuhnya, saya mengajukan 3 permintaan sebagai syarat berpacaran (berdasarkan saran dari Dhita), syarat yang pertama adalah saya ingin ia membuatkan 2 buah cincin –satu untuk saya dan satu untuknya-- dengan ukiran nama kita berdua dibagian dalam cincin yang harus ia kirimkan pada saya –pada saat itu berada dibandung—sebelum kepulangan saya ke Surabaya dihari lebaran. Syarat yang kedua adalah sebelum tiba waktunya kita berdua bertemu untuk pertama kalinya, saya ingin hubungan saya dengannya “BREAK”, untuk mengindari sakit hati dll (kemungkinan kecewa ketika bertemu satu sama lain). Dan syarat yang terakhir adalah, jika setelah kita bertemu, apabila ia masih ingin melanjutkan hubungan, maka ia harus menyatakan kembali perasaannya, dan jika tidak, ia harus langsung meninggalkan saya. Dan pada kenyataannya, ketiga syarat tersebut berubah 360° setelah kami menjalani hubungan kurang lebih 2 minggu. Pertama, kami sepakat bahwa cincin yang saya minta akan ia berikan ketika tiba saatnya kita bertemu, yang digunakan sebagai simbol hubungan kita, apabila ketika kita bertemu, ia masih ingin melanjutkan hubungan, maka ia harus memasangkan cincin tersebut pada saya, dan begitu pula sebaliknya, jika ia memutuskan untuk menyudahi hubungan kita, maka ia tidak perlu memberikan cincin itu pada saya. Kedua, kami tidak perlu melakukan BREAK sebelum kita bertemu untuk pertama kalinya.

Yang saya ingat tentang Hasby CS ketika pertama kali bertemu adalah, ia seorang lelaki yang baik, perhatian, dan apa adanya. Selebihnya, saya memiliki berbagai pemikiran berbeda tentangnya, pemikiran tentangnya muncul mulai awal saya berpacaran dengannya hingga hubungan kami berakhir. Hasby adalah seorang PLAYBOY, terlalu percaya diri, dan LABIL. Hal itulah yang mungkin menjadi salah satu alasan berakhirnya hubungan kita ditanggal 23 Desember 2007, tepat saat kita seharusnya merayakan umur hubungan kita yang keempat bulan, BRENGSEK. Setelah ia memimta hubungan kita berakhir, saya sempat mempertahankannya –sangat bodoh sekali--, karena saya sangat menyayanginya pada saat itu, ia adalah pacar pertama saya, ia yang pertama menyentuh saya, dan ia adalah seorang pecundang yang terlalu banyak bicara. Ketika saya bertanya padanya apa alasan ia ingin mengakhiri hubungan kita, ia tidak pernah memberi jawaban pasti –tindakan yang sangat tidak gentle- , tapi saya yakin alasan yang pertama adalah karena ia sudah memiliki perasaan pada gadis lain, TIKA. Sangat munafik, pada saat itu,ia tidak mengakui perasaannya pada Tika, ia hanya mengatakan pada saya bahwa Tika hanyalah sebatas teman dan adik, SHIT. Dugaan saya tentang alasan ini terbukti, karena setelah beberapa bulan saya dan Hasby berpisah, mereka berdua BERPACARAN, sangat munafik bukan ??. Alasan lain yang saya dapat dari beberapa teman dekatnya adalah karena secara fisik, saya tidak menarik dan tidak pantas untuk berada disampingnya. Menyakitkan sekali tapi memang benar, saya tidak menarik.

Pada awal-awal masa setelah hubungan kita berakhir, saya merasa sangat kehilangan, benar-benar kehilangan, dan sialnya masalah ini membuat saya kehilangan nafsu makan selama 5 hari hingga berat badan saya turun 5kg. Kebodohan yang saya lakukan itu berakhir setelah Abang (orang yang setia mendengar jeritan saya dan memberi saran yang sangat masuk akal), dan teman-teman gank6 saya memberi sangat banyak petuah dan saran. Setelah saya kembali ke bandung, saya hanya ingin menghilangkan nama Hasby dari ingatan dan hati saya, saya mulai menolak semua komunikasi yang ia lakukan, berat tapi harus. Yaaa makin lama saya makin sadar, kalau berpisah dengannya adalah suatu kebijaksanaan yang saya ambil dalam hidup saya. Bertahan dengannya mungkin akan membuat saya lebih banyak kehilangan air mata, karena pergaulannya yang selalu dikelilingi gadis-gadis, kuliahnya yang berantakan, diotaknya hanya ada bermain playstation dan fitness (karena ia terobsesi menjadi peserta L-men haahhaa :D), serta sedikitpun ia tidak membawa dampak positif dalam kehidupan saya, bahkan cenderung membawa saya ke arah dosa yang kelamaan mulai tak terbayangkan ganjaran apa yang kelak akan saya dapat diakhirat. Berakhirnya hubungan saya dengannya juga membuat hampir semua teman saya berpesta merayakan kembalinya saya menjadi sosok yang riang dan tanpa air mata.

Beberapa bulan setelah itupun, saya masih sempat berkomunikasi lagi dengannya, karena perasaan saya yang (lagi-lagi) sudah netral. Saya hanya ingin menyambung silaturahmi dengannya yang ternyata ditanggapi dengan salah dari pihaknya. Pacarnya pada saat itu (mantan, saat ini) menjadi marah dan memaki saya dengan berbagai kata-kata, dan tanggapan Hasby yang mengira bahwa saya masih menyukainya. CUIH, terbukti, Hasby memang amat sangat percaya diri.

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat mendapat missedcall dari no handphone ayahnya (saya masih menyimpan no ayah, ibu, adik dan rumahnya dikartu SIM, karena saya tidak pernah mengupdate kontak dikartu SIM, BUKAN karena saya masih ingin mengenangnya), karena saya masih bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, saya membiarkan handphone saya berdering hingga panggilan itu berhenti. Karena mungkin ada sesuatu yang penting, saya memutuskan untuk lebih baik menanyakan hal ini pada Hasby dan bukan pada nomor yang menghubungi saya (ayahnya). Setelah saya menanyakanya lewat sms, dan tidak dibalas, saya mencoba bertanya melalui facebook, yang kemudian dijawab dengan sangat MEMUAKKAN. Tak lama kemudian ia juga menjawab sms saya,dan sama-sama MEMUAKKAN. Ia mengatakan bahwa saya hanya mengada-ngada dan keGRan. Oh my god, sampai sekarang saya masih tidak mengerti dengan pola pikir sempit dan cara kinerja otaknya. Saya muak dengan sikapnya (yang saya kira sudah berubah), selalu memandang rendah diri saya. Aahhh sudahlah, saya membalas smsnya dengan singkat dan berakhir pada permintaan maaf darinya, difacebook, saya cukup menghapus namanya dari friendlist saya –REMOVE--, dan membuang namanya jauh-jauh dari kehidupan saya, karena sekarang, saya bukan hanya muak dengan Hasby, melainkan BENCI, sangat benci sekali. Semoga ia hidup bahagia.

foto saya dengan Hasby

sebenarnya saya tidak ingin memasukkan foto itu, tapi memang hanya foto itu yang tersisa, saya sudah menghapus semuanya. Tulisan dalam foto itupun, saya buat ketika saya masih sangat tergila-gila padanya.

Itulah cerita cinta saya tentang seorang lelaki yang sempat saya sayangi dan menjadi pacar pertama saya.

Byebye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thank you for coming reader |read my older posts please | nhaz montana