17 Januari 2017

Doa dan kerumitannya.


Orangtuaku tak pernah bosan mengingatkan agar aku menjadi manusia yang baik, yang jangan sampai melupakan Tuhan dan jangan pernah luput berdoa. Mereka meyakinkan bahwa apa yang kau minta pasti bisa dikabulkan Tuhan dengan cara yang tepat seperti doamu atau mungkin dalam cara yang jauh lebih baik. Mintalah apa yang menjadi prioritas, sampaikan garis besarnya, toh Tuhan bisa membaca isi hati hambaNya, jadi tak perlu bertele-tele. Itu kata orangtuaku.

Orang lain di sekitarku selalu memberikan pendapat yang hampir kuyakini benar bahwa jika kau ingin berdoa, mintalah sedetail mungkin, serinci mungkin dan selengkap mungkin. Tuhan memang bisa mengetahui keinginan hambaNya tapi Tuhan juga sangat ingin mendengar keseriusan hambaNya dengan melihat sebenar dan sekhidmat apa ia meminta. Itu kata orang-orang di sekitarku.

Semua tak kuambil pusing karena nyatanya aku hanya akan berdoa jika aku ingat dan aku mau. Kulakukan dengan seingat-ingatku dan semau-mauku. Iya, sebutlah aku hamba yang kurang ajar.

Sampai kemudian Laura mengenalkan Youtube padaku dan memamerkan deretan boyband asal Korea Selatan kegemarannya. Satu nama, lewat. Nama group boyband kedua, lewat. Ketiga, lewat. Kemudian muncullah satu wajah yang membuatku berteriak “STOOOOPPP!! Tadi tadi tadiii balik ke video atas dong, Ra!”. Laura mengabulkan dan aku mulai memandangi satu wajah itu, ia adalah anggota salah satu boyband papan atas di Korea Selatan. Senyumnya begitu segar, pun dengan tawanya yang lebar dan menyenangkan. Ia seringkali dijuluki sebagai badboy kaya raya dan penuh talenta. Sebut saja namanya Leon.

Jam terus bergulir, mataku masih enggan beranjak dari layar computer, sial sial sial kenapa aku baru tahu sekarang kalau ada lelaki selucu ini di jagat raya dan lebih sialnya lagi, band yang dikepalai oleh Leon baru saja menyelenggarakan konser di negaraku. SIAL.

Di sini aku mulai duduk, memusatkan pikiran dan mengepalkan tangan. Aku membulatkan tekad untuk berdoa. BERDOA kali ini akan kujalani dengan kesungguhan, terus-menerus dan khidmat. Aku meminta pada Tuhan agar di kehidupan berikutnya, aku diberi kesempatan untuk reinkarnasi menjadi cinta sejati Leon.


*kehidupan berikutnya*


Aku mengutuki diriku sendiri yang baru saja berpisah dengan Leon. Aku mencintai dia, sangat. Dia mencintaiku lebih dari segalanya bahkan hingga hanya namaku yang tergores di tubuhnya, menjadi tato nama perempuan satu-satunya yang ia kehendaki. Menjadi cinta sejati memang telah terkabulkan, akulah cinta sejatinya, dialah cinta sejatiku; dan karena alasan itulah kami harus berpisah. Kami memiliki terlalu banyak rintangan dan halangan, fansnya yang tidak pernah bisa menerimaku, kecelakaan yang berulang kali kualami akibat ulah fansnya yang marah besar atas bersamanya kita, jadwal kerjanya yang menjadi tidak karuan karena hasratnya untuk selalu bertemu denganku. Cinta kita tak bisa diusahakan, tak bisa diperjuangkan. Dia yang hancur atau aku yang meninggal. Hanya dua pilihan itu yang ada.

Di sini aku mulai duduk, memusatkan pikiran dan mengepalkan tangan. Aku membulatkan tekad untuk berdoa. BERDOA kali ini akan kujalani dengan kesungguhan, terus-menerus dan lebih khidmat. Aku meminta pada Tuhan agar di kehidupan berikutnya, aku diberi kesempatan untuk reinkarnasi menjadi kekasih Leon yang direstui oleh seluruh penggemar Leon.


*kehidupan berikutnya*


Aku masih menggenggam erat jemari Leon, kami harus berpisah. Aku memang menjadi kekasih yang akhirnya diterima oleh seluruh penggemar Leon karena apa yang ada padaku sangat sempurna. Aku terlahir menjadi perempuan dengan fisik sempurna sesuai keinginan Leon, karirku sebagai model internasional yang sangat sempurna dan senyum yang sama menariknya dengan Leon. Kami dimabuk cinta. Sampai kemudian kami melakukan perjalanan untuk berlibur berdua. Thailand, sepulang berlibur dari sana, aku mulai sedikit murung, dia pulang dengan ceria. Bali, sepulang berlibur dari sana, aku menjadi lebih murung, dia pulang dengan lebih ceria. India, sepulang berlibur dari sana, aku menjadi jauh lebih murung, dia pulang dengan jauh lebih ceria. Maldives, di sana ia memintaku bertunangan. Sepulang dari sana, aku hancur, dia masih tak merasakan apa-apa sampai kemudian aku memutuskan untuk kita harus bicara.

Aku hanya minta diterima oleh penggemar Leon, tapi aku lupa meminta agar aku hanya mencintai dan menginginkan Leon. Doaku terkabul tapi sialnya, sebelum bertemu dengan Leon, aku sudah pernah tidur dengan beberapa pria, banyak malah. Pria dengan berbagai ukuran alat kelamin yang selalu memuaskan di atas ranjang. Kemudian aku bertemu Leon yang sama sekali tidak memuaskanku. Perbandingan demi perbandingan terus menghantui, bagaimana bisa aku hidup dengan Leon jika satu hasratku itu tidak bisa ia puaskan? Aku yang sudah terlanjur menggilai kepuasan seksual harus menghabiskan hidup dengannya?

Di sini aku mulai duduk, memusatkan pikiran dan mengepalkan tangan. Aku membulatkan tekad untuk berdoa. BERDOA kali ini akan kujalani dengan kesungguhan, terus-menerus dan jauh lebih khidmat. Aku meminta pada Tuhan agar di kehidupan berikutnya, aku diberi kesempatan untuk reinkarnasi menjadi orang yang bersama Leon hingga akhir hayatnya, aku diizinkan mencintainya hingga di akhir usianya dan apapun kondisinya.


*kehidupan berikutnya*


Tuhan mengabulkan doaku, karena sekarang Leon sedang ada di sampingku, terbujur meregang nyawa. Aku mencintainya sejak pertama kali ia muncul di televisi hingga sekarang aku bisa melihatnya dengan mata kepalaku.  Aku menjadi dokter yang menanganinya setelah kecelakaan mobil hebat yang ia alami seminggu lalu, sejak itu aku selalu mendampinginya hingga sekarang.

Aku lupa berdoa untuk menjadi kekasihnya, beginilah akhirnya. Hanya sakit yang aku rasakan, mencintai Leon diam-diam, melihatnya terluka parah, melihatnya menahan sakit yang luar biasa.

Di sini aku mulai duduk, memusatkan pikiran dan mengepalkan tangan. Aku membulatkan tekad untuk berdoa. BERDOA kali ini akan kujalani dengan kesungguhan, terus-menerus dan sangat khidmat.

“Ya Tuhan, maafkan aku, hamba pasrah atas segala rencanamu; jika harus menjadi indah, jadikanlah indah sesuai kehendakmu, jika harus terasa pedih, berikanlah pedih yang membuatku makin dekat padamu dan jika Leon sama sekali tidak kau izinkan untuk bersamaku, hentikanlah semua karena jika harus tanpanya, lebih baik hamba tak pernah ada lagi. Amin”


Itulah doaku dan kehidupanku yang terakhir.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thank you for coming reader |read my older posts please | nhaz montana