11 Januari 2019

Menemukan


Setiap pembukaan tahun, akan selalu ada satu dua kekhawatiran yang orang bilang harusnya dipasrahkan saja pada Tuhan, tapi nyatanya memang tak pernah semudah itu. 

Saya sendiri mengalami beberapa goncangan di dalam diri. Tahun berganti, usia bertambah. 
Di bertambahnya usia, kekhawatiran bukan selalu tentang kapan saya begini? kapan saya begitu?
tapi selalu saja sama "bagaimana cara membahagiakan orangtua?"

Orangtua yang rasanya bisa dibahagiakan dengan mantu, ahahaha 😂
Jangan ditanya sudah ada calonnya atau belum. :)

Menuju hal itu, kekhawatirannya masih sama,
ini tentang saya dan diri saya secara keseluruhan .

--

Beberapa waktu lalu, berulang kali, saya sempat mempertanyakan pada diri saya sendiri,
"apa saya sudah cukup baik untuk lelaki yang kelak jadi jodoh saya?"

Akhirnya akan sama saja, yang dijajah adalah rasa percaya diri saya. 
Saya tidak pernah merasa cukup baik karenanya Tuhan belum beli saya jodoh. 

Sepintas akan selalu berpikir demikian, 
namun sedetik kemudian ya sadar lagi.

"yauda nhaz terus perbaiki diri aja sih!"

Demikian juga saya menjawab pertanyaan usil dari dan untuk diri saya. 

--

Saya kemudian sekali lagi mempermasalahkan kepercaya dirian saya.
Dalam sebuah hubungan, saya yang pernah disudutkan karena menjadi orang yang GEMUK,
pernah sekali merasa sangat rendah, 
namun kemudian sebuah perjalanan ke Yogyakarta bersama Merry, Nolly, dan mba Noby memberikan saya satu pengalaman luar biasa dan menyenangkan,

Saya kembali menerima diri saya, fisik saya, secara utuh dan penuh percaya diri. 

--

Setiap pengalaman cinta yang gagal pasti memberi pelajaran, pasti menghadirkan pahit, namun akan selalu ada manisnya. 

Ditinggalkan oleh pasangan yang kita cinta seringnya menghadirkan satu kelu dan menyisakan pertanyaan itu lagi itu lagi,

"apa mungkin karena saya masih terlalu banyak kekurangan hingga ia meninggalkan saya?"

Ya nyatanya memang iya, 
kekurangan kita adalah hal yang tidak bisa dimaklumi olehnya.

Sederhananya, 
kandasnya setiap hubungan ya karena ada yang tidak bisa lagi memaklumi kekurangan kita dan tidak ada lagi kesediaan untuk saling memperjuangkan. 

--

Naik turunnya kondisi dalam diri saya tadi kemudian membuat saya bodo amat.
Ada masa saya merasa tidak mau memperbaiki diri, lelah memperbaiki diri, diam.
Akhirnya saya seperti tidak melakukan apa-apa,
Tidak merasakan emosi apa-apa. 
Tidak ada apa-apa.

Hingga kemudian, 
Saya yang harus mencari sebuah foto penting untuk pekerjaan salah membuka folder di komputer dan menemukan ini..



Saya menangis,
Bahagia tentu saja. 

Setelah membaca itu, saya merasa telah menemukan apa yang hilang dari diri saya selama ini.
Saya menemukan PERHARGAAN atas diri saya. 

Saya merasa berharga. 
Saya kembali merasa utuh. 

Saya pernah sedemikiannya diliputi cinta, 
saya pernah demikian merasa utuh,
saya pernah merasa sedemikian dicintai. 

Dan bagi saya itu penting. 

MENGHARGAI DIRI SENDIRI SEUTUHNYA,
itu penting dan tidak mudah.

Dari sebuah hubungan yang akhirnya kandas, 
dari pesan singkat yang sengaja saya simpan, 
saya menemukan sebuah titik terang. 

Bahwa sekalipun pahit karena harus usai, sebuah hubungan akan selalu menghadirkan sisi terang, entah sekarang, esok, atau kemudian hari. 

---

Dan pada akhirnya, terima kasih, KAMU.
Yang sudah mengirimkan pesan sederhana namun berharga.

Terima kasih karena menjadikan saya merasa berharga.

---

Kemudian, yang terpenting dari menemukan jodoh adalah temukan dulu siapa dirimu secara utuh.

---









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thank you for coming reader |read my older posts please | nhaz montana