04 Juli 2019

One Day Surabaya Trip ala Nhaz Montana


Dadakan menjadi tour guide untuk sahabat saya dari Subang dan adiknya beberapa waktu lalu membuat saya harus jeli memikirkan rute jalan-jalan ke mana aja nih yang bisa asoiy dikunjungi dalam waktu hanya SEHARI. 

wooohh..

Berhasil?
JELANG DOS!

agak tricky emang, karena Surabaya ini kan ngga punya banyak destinasi wisata kayak Bandung atau Yogyakarta ya, adanya wisata kuliner dan sedikit sekali destinasi wisata. 

Tapi, tenang, kali ini runtutan kunjungan lumayan banyak kok, sampai 11 lokesyen.. 

Langsung cus yuk!

1. Sarapan di Depot Bu Rudy Kupang Indah  

Sarapan langsung ke makanan khas Surabaya, di sini kalian juga bisa sekalian beli oleh-oleh karena di rumah makannya, menyediakan juga jajanan khas Surabaya. Makanan paling terkenal di sini jelas NASI UDANG EMPAL BU RUDY. Tapi selain itu ada juga beberapa menu makanan lezat lainnya seperti rawon, nasi madura, nasi pecel, dll. Kelebihan lain kalau makan di sini terutama kamu adalah pecinta sambel, waah mantep banget karena di sini kalian bisa ambil sambel sepuasnya karena memang disediakan di meja. 


2. Oleh-oleh makanan di Toko Sri Lestari - Jl. Adityawarman No.90-92

Untuk oleh-oleh lain, selain yang dijual di Bu Rudy atau sambel khas Bu Rudy, ada juga makanan khas Surabaya yang masih jarang orang ketahui tapi rasanya wuooow manteep ga ada tandingan. Oseng Tuna Asap OTAJI yang bisa dibeli di Toko Sri Lestasi ini. 


3. Wisata Mangrove Wonorejo Surabaya

Salah satu wisata alam di Surabaya nih, di sini kamu bisa lihat tanaman mangrove sekaligus foto-fotoan. Gratis juga masuknya, hanya bayar untuk tiket parkir aja. Di sini juga kalian sebaiknya siapkan lotion anti nyamuk karena ya namanya juga di hutan mangrove ya, masih rawa-rawa gitu jadi banyak lumayan banyak nyamuknya. Selebihnya, asyik banget di sini. Kalian juga bisa menyusuri pantainya pakai perahu gitu di jam-jam tertentu. 



4. Zangrandi Ice Cream - Jl. Yos Sudarso No.15

Abis berpanas-panas di hutan mangrove, saatnya ngadem. Di Surabaya ada kuliner ice cream yang udah terkenal banget sejak zaman belanda, Zangrandi Ice Cream. Untuk lokasi yang utama atau yang aslinya ada di jalan Yos Sudarso. Di sini kalian bisa milih berbagai varian ice cream, ada yang paling khas yaitu Tutti Frutti. Saya sendiri paling suka dengan rasa noodle ice cream rasa vanila. yuumm~ 


  
5. JOKOPI - Jl. Ketabang Kali No.51 A

Setelah itu, lanjut bergeser masih di dekat jalan Yos Sudarso, ada kedai kopi yang menyajikan rasa kopi dengan cita rasa modern namun dengan harga yang sangat ramah di dompet. Untuk kalian yang suka rasa unik, harus banget nyobain es kopi susu arum manis di Jokopi.



6. House of Sampoerna - Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara

Salah satu museum di Surabaya dan sangat terkenal. Ini merupakan museum yang menyajikan sejarah perjalanan perusahaan rokok terbesar di Indonesia, HM Sampoerna. Museum yang ditata dengan sangat rapi, bersih, dan sama sekali ngga serem kayak image museum pada umumnya. Selain museum, dalam satu area ini juga ada sebuah restoran dan fasilitas bus yang menawarkan pengalaman city tour keliling Surabaya dengan tema yang berbeda-beda, ada kunjungan pasar, ada kunjungan sejarah, ada kunjungan napak tilas kehidupan pendiri Sampoerna, dll. Di sini juga menyediakan musholla dan toilet yang bersih banget, ada toilet basah dan toilet kering. Untuk kalian yang ingin membeli souvenir khas HoS, ada juga sebuah corner khusus souvenir di area belakang museum. Dan untuk masuk museum maupun city tour dengan bus tidak dipungut biaya atau GRATIS.




7. Masjid Cheng Ho - Jl. Gading No.2, Ketabang

Setelah wisata museum, dilanjutkan dengan wisata religi. Yang saya pilih kali ini adalah wisata ke masjis bernuansa Tionghoa di Surabaya, masjid Cheng Ho Surabaya. 



8. Threelogy Coffee - Jl. Mojopahit No.46, Keputran

Sebagai kawula muda yang harus tetap gaul, untuk makan malamnya saya pilih di cafe Threelogy yang terletak di belakang McD Darmo. Selain tempatnya yang cozy, di sini juga makanan dan minumannya uenaaaakk. Burgernya aduuhduuuh bikin jatuh hati. Jangan sedih, tempat ini juga sangat instagramable, sangat sempurna untuk kalian yang selain mau jalan-jalan ke Surabaya, bisa juga sambil mengumpulkan stock foto untuk konten instagram ya..



  
9. Oleh-oleh Kaos Cak Cuk - Jl. Mayjen Sungkono No.35

Butuh oleh-oleh kaos khas Surabaya, jelas Kaos Cak Cuk jawabannya. Kaosnya tersedia dalam berbagai ukuran, warna, dan desain tulisan. Semua yang tertulis di sana sangat-sangat lambene arek Suroboyo. 

  
10. Taman Bungkul

WHAATTT? ke Surabaya tapi ngga dolan ke taman? rugi!
Maka dari itu, penting untuk memasukkan taman sebagai salah satu destinasi. Taman Bungkul yang terletak di tengah kota adalah solusi yang paling tepat. Di sana selain bisa nongkrong aja sambil ngopi, bisa juga kulineran di belakang taman bungkul, atau bisa juga wisata religi karena di bagian belakang juga ada makam mbah bungkul. 


11. Patung Suroboyo depan Kebun Binatang Surabaya  

Sebagai penutup perjalanan wisata sehari, harus banget foto di icon kota Surabaya yaitu Patung Suro dan Boyo di depan Kebun Binatang Surabaya. 

Oke, demikian rute perjalanan sehari di Surabaya, semoga bisa bermanfaat dan bisa jadi pandangan untuk kalian yang mungkin suatu hari nanti juga akan menemani saudara, teman, rekan kerja, atau mantan yang sedang berkunjung ke Surabaya dan hanya punya waktu satu hari untuk jalan-jalan. 

See you.. 



19 Juni 2019

Ruth Berhak Bahagia



Sudah melalui beberapa kali ajakan, akhirnya saya mengiyakan permintaan sahabat saya, Ruth untuk mengunjungi sebuah  café tempat pacarnya tampil sebagai band tetap. Ooohh saya jelas ogah-ogahan ke café Long Night, tapi lebih ogah lagi dengerin Ruth ngerengek.

Sesampainya di sana, band Damar sudah mulai membawakan satu lagu yang jujur sampai sekarang saya ngga ngerti judulnya dan ngga pengen ngerti juga sih. Oh iya, Damar ini pacarnya Ruth. Saya dan Ruth memilih duduk di bar, Ruth mesen cocktail yang saya lupa apa namanya, saya pesan milkshake vanilla.

Selama waktu menunggu minuman kami disajikan, dia terus melihat ke arah panggung, menatap penuh cinta tapi jenis cinta yang dibalur luka. Tatapan cintanya, terasa menyakitkan. Saya bisa merasakan Ruth sungguh setengah mati ingin memeluk Damar, ingin mendekap Damar sangat erat, mengecup keningnya dan bertanya “kamu kenapa, Sayang? Ceritalah.. ceritalah supaya aku paham arti diammu.”

Ketika kami sedang hanyut menikmati penampilan Damar dan bandnya, Ruth pamit keluar dulu, ada telepon dari kliennya. Saya menunduk membalas beberapa email dari mahasiswa dan pesan singkat dari sahabat saya di Jakarta, hingga kemudian sebuah sapaan mengejutkan saya.

“Nhaz ya?”

“iya.”

Kami saling berjabat tangan untuk pertama kali, padahal Ruth dan Damar sudah pacaran sejak 5 bulan lalu, tapi saya baru kali ini bertemu Damar. Panjang ceritanya kenapa saya ogah ketemu Damar.

“Ruth mana?”

“Terima telfon dari klien.”

“Boleh nanya ngga?”

“Tadi juga bukannya pertanyaan ya?”

“hehe. Nanya lagi.”

“Apaan?”

“Kamu bukannya sebel ya ke aku? Kok mau dateng ke sini?”

Saya tidak menjawab, saya meresponnya dengan memberi lirikan sinis hingga Damar sadar bahwa saya agak muak.

“Sorry, yauda deh, welcome and enjoy!”

Damar pergi meninggalkan saya dan menuju ke arah panggung. Saya balik badan mulai menunduk karena ingin kembali fokus ke handphone, suara Damar terdengar lagi.

“Eh Nhaz, sejak terakhir kali masalahku ama Ruth, kata Ruth kamu dan temen-temen Ruth yang lain pada benci ya sama aku? Marah karena aku nyuekin dan terkesan nggantungin Ruth. Sorry ya. Kalian semua beneran marah? Nggak suka sama aku? Trus kalian mau gimana sekarang?”

Saya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum menjawab.

“Gini ya, Mar. Kalau suka ngga suka itu relatif. Siapapun yang ngeselin ya mana ada orang yang suka. Lagian, ini bukan tentang kami suka atau ngga suka kamu ngegituin Ruth, tapi menurutku sikapmu ngga patut, perlakuanmu sangat tidak tepat. Dan dengan kamu ngegituin Ruth, itu bukan mendefinisikan bagaimana kualitas Ruth, baik sabarnya Ruth, jelek bodohnya Ruth karena mau-maunya diperlakukan sembarangan oleh lelaki, tapi mendefinisikan bagaimana kamu dalam hubungan kalian. Bagaimana kamu adalah lelaki yang egois, tidak bisa menghargai orang lain, dan tidak tahu diuntung. You’re such a jerk, but my friend loves a jerk. So what can i do?”

Damar diam, seolah berpikir tapi tanpa hasil.

“Aku ngga ngerti ya, Mar kamu tuh kenapa, dan niatan kamu apa ke Ruth. Tapi aku harap suatu saat nanti kamu beneran punya cukup nyali untuk bersikap seperti laki-laki, tegas dan berani ambil keputusan. Ruth berhak bahagia, dengan atau tanpa lelaki brengsek macem kamu.”

Berikutnya saya hanya melihat Damar menuju ke arah panggung, kali ini tanpa menoleh kembali. Damar lanjut menyelesaikan penampilan bersama bandnya. Ruth kembali duduk di sebelah saya kurang lebih 5 menit setelah saya menyudahi percakapan dengan Damar.

Seusai penampilan band milik Damar, Ruth mengajak saya pulang. Saya tahu Damar punya waktu untuk menghampiri dan menyapa Ruth, satu sapaan hai dan kecupan hangat di kedua pipi Ruth cukup rasanya untuk menjadi bekal bagi hati Ruth bertahan di tengah pesakitan cinta yang sedang ia rasakan.

--

Pilu sekali rasanya, melihat orang yang kita sayangi tersakiti akibat ulah orang lain.
Jauh lebih pilu karena tidak ada yang bisa kita perbuat untuk meringankan kesedihannya. 

Setelah perih, yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan rasa marah, kemarahan yang tersulut akibat perlakuan tidak layak yang orang lain berikan pada orang-orang tersayang.

Toh marah tidak membuat segalanya membaik.

Berada di sampingnya, berkenan menemani saat dibutuhkan, tetap mendukung apapun keputusannya, dan tak putus mendoakan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. 

Karena mereka berhak bahagia.
Dan mereka pasti akan berbahagia.
 
 ---







26 Mei 2019

Mungkin Nanti Akan Ada Lagi


Ada seorang teman lelaki yang saya kenal dari sebuah komunitas bertahun-tahun yang lalu. Usianya 4 tahun di bawah saya. Pekerjaannya tidak jauh-jauh dari buku. Saya tidak mau sebutkan, nanti kalian bisa menerka-nerka dia siapa. Kami pernah bertemu sekali entah tahun berapa, saya melihatnya tanpa pandangan apapun, tanpa asumsi apapun. Ya sudah ketemu aja, kayak nemuin temen online saya yang lain. 

Singkatnya, pada satu kejadian, dia menyatakan dia tertarik dengan saya. 
wooo wooo wooo apa lagi ini?
demikian batin saya berbisik.

Saya yang kebetulan sudah kapok dengan brondong (atau yang usianya lebih muda) tentu saja memberi peringatan di depan bahwa saya tidak akan menanggapi perasaannya. Ya tapi yang namanya manusia ya, makin dilarang ya makin menjadi. Dia juga demikian, makin menjadi-jadi perasaannya. Yang awalnya cuma kagum, jadi ngelunjak, naksir, ngelunjak lagi pengen ketemu, mentoknya mulai ingin menjalin hubungan lebih dari teman. 

Sekali waktu kemudian saya merenungi hal ini. 
Pada ukuran 100%, bisa jadi 80% diri saya sudah hampir bersedia dengannya, entah untuk menjalin hubungan, menanggapi perasaannya, atau bahkan melakukan apapun dengannya. 

Tapi, kemudian 20%-nya mengambil alih dengan menjabarkan apa saja kekurangannya di mata saya, pekerjaannya, kedewasaannya, penampilannya, dan beberapa hal lain yang kemudian membuat saya menjawab TIDAK atas perasaannya. 

Saya berpikir, mungkin nanti akan ada lagi orang baru setelah dia yang segala kekurangannya bisa saya terima dan barangkali justru jauh lebih baik dari dia. 

Lalu tanpa saya duga, ingatan saya merujuk pada Kiki. 
Alasan dia tidak menerima saya mungkin saja sama seperti alasan saya tidak menerima teman saya tadi. 
Barangkali Kiki merasa mungkin nanti akan ada lagi perempuan lain datang yang keseluruhannya jauh lebih baik daripada saya. 
Perempuan yang sangat sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. 

--
Ya, kadang kita menggunakan alasan itu untuk memantapkan keputusan kita menolak seseorang. 
Mungkin nanti akan ada lagi orang baru yang jauh lebih baik dari dia. 
Kita yakini dan kita nanti.

Menanti sampai kapan?
Sampai akhir usia mungkin.. 

--






thank you for coming reader |read my older posts please | nhaz montana