02 Agustus 2021

Vanilla Ice Cream

 


Jauh sebelum beberapa episode PPKM, kami menyepakati janji temu di sela kesibukannya.

Ia memberikan pilihan tempat kami bertemu, saya yang menentukan di mana dan jam berapa kami siap.

Ia tiba lebih dulu, memesan segelas minuman yang tak akan pernah mau saya coba. Sudah memesan hidangan pembuka. 
Untuk menu utama, saya menyamakan pilihan dengannya.

Sembari menunggu, kami membicarakan banyak hal kecuali keluarga masing-masing.

Ia menceritakan serunya dunia kerjanya, bisnisnya, hobinya, cita-citanya, dan prinsipnya. 

Saya menceritakan manisnya pekerjaan saya saat ini dan apa yang ingin saya capai di tahun-tahun mendatang. 

Sengaja atau tidak, perlahan kami saling menyentuh. 
Sentuhan kecil yang tersembunyi di balik meja.

Candaan, senyuman, dan sentuhan-sentuhan manis di salah satu sudut sebuah restoran adalah salah satu aktivitas Jumat malam yang akan selalu saya inginkan; dan dengannya, ini berubah jadi sempurna. 

--

"you want dessert?"

"yes, please."

Setelah beberapa menit, waitress memberikan menu dan tetap berdiri di sana sampai saya memutuskan pilihan. Ia pamit menerima telepon dari rekan kerjanya. Urusan bisnis, tak akan ada akhir pekan. 

"So, what did u choose for dessert?"

"Cheesecake with vanilla ice cream."

"Which one that you love the most, cheesecake or vanilla ice cream?"

"Vanilla ice cream."

"Even if I put it on my body, would you eat that?"

"Hello hello, dirty mind buddy. That's in my mind now. But well, not gonna eat that, but lick. I'd love to lick it."

"Damn you!"


--

Kalian sudah pasti paham ke mana tujuan kami seusai makan malam.


--





02 Juli 2021

Terbaik



Sejak terakhir kami bertemu, baru kali ini kami menentukan waktu untuk bertemu sekali lagi. Pertemuan yang saya harap bukan kali terakhir.


Jakarta.


Sebelumnya dia sempat bimbang, mengirimkan tiket pesawat untuk tujuan Samarinda, Lampung, atau Jakarta.


Baru di H-4 keberangkatan, ia menentukan Jakarta, tempat ia lahir, tumbuh, dan sukses.


Ia mengirimkan tiket dengan pilihan maskapai terbaik, kelas terbaik, dan pelayanan terbaik. Ia mempersiapkan semuanya dengan rapi dan sangat detail. Meluangkan waktu untuk bertemu saja sudah hal yang mengejutkan bagi saya, namun menyempatkan mengurus ini dan itu urusan perintilan, adalah level yang jauh berbeda. Jika sudah begini, bagian mana lagi dari hidup yang harus saya keluhkan? 


Ia memesan sebuah kamar yang harusnya ia janjikan untuk pertemuan pertama. Kamar mewah dengan pemandangan yang menyenangkan. Ketika saya tiba di kamar, matahari sudah jauh tenggelam. Membuka jendela dan mendapati apa yang tertangkap mata, saya seolah tidak berada di Jakarta dengan segala riuh dan kesibukannya. 


Saat menulis ini, saya sedang sendiri di kamar. 

Ia masih menemui rekan-rekan bisnisnya di meeting room hotel ini. Membicarakan bisnis skala besar yang kelak akan menjadi peluang bagi kami untuk bepergian ke luar negeri dengan lebih sering. 


Ia memang lelaki terbaik, melakukan dan memberikan hanya yang terbaik.

Namun, apakah saya adalah pilihan terbaik baginya?


--



23 Februari 2021

Hunting, doing, leaving.

 


 

 

“hai there”

“hai you, it’s really nice to match you. Have a nice day”

 

--

“how about move to whatsapp?”

“ok.”

 

--

“hai bu dosen.”

“hai, how could you know? I never mention that on my profile there.”

“welcome to digital era.”

“nice. You’re profiling me huh?”

“ofc.”

“why?”

“Because I wanna be your friend, not just sex buddy.”

“Pardon me?”

“yeah, if I just wanna fuck, I’m not gonna spend my energy to looking for who you are, how do you do for your life, I don't know, somehow i feel like we're connected. Ah i even looking for your recent location.”

“You’re looking for my recent location?” 

“yes. I have resources.”

“oh no. you can just ask me, and i’ll answer everything.”

“I’m not sure.”

 --

He called.

He talked.

He’s “someone”, he’s special.

He’s extremely hot. Even in his age, 50 I guess. Another old man come into my life.

He’s cool, super cool, super hot, his voice is omg; I just can’t handle his whispering voice.

Yah, he’s so special.

But not for me.

At the end, he’s just like any other man out there.

Hunting, doing, leaving.

 

--

That was the beginning of me feeling easily get bored.

I guess I start to love being alone again.

Do everything by myself. 

 

--

But, being with him for the rest of my life sounds perfect. 

 

04 Januari 2021

Resolusi 2021

 


 

 

WUOOOOWWW LEWAT LOH 2020 ๐Ÿ‘

 

Hamdalah dulu yuk yang kenceng yang mantep.

ALHAMDULILLAAAHH

Tahun yang mengajarkan banyak sekali pelajaran hidup. Sempat dikhianati, ditusuk dari belakang, dicintai dengan pura-pura, saling mencintai namun situasinya serba salah, isolasi mandiri dua bulan sekeluarga, meraih banyak sekali mimpi dan target di pekerjaan dan kehidupan secara keseluruhan, belajar bergerak dalam senyap, berhasil menyaring orang-orang di sekitaran yang tidak layak, menjalani kehidupan dengan lebih berani dan berserah. 

Pokoknya 2020, AAHH MANTAP. ๐Ÿ‘

 

Assalamualaikum 2021.

Resolusinya apa?

TETAP SEHAT,  WARAS LAHIR BATIN JIWA RAGA SEKELUARGA ๐Ÿ’ž

NIKAAAAH SIIH NIKAAAAAH ๐Ÿ‘ซ

KAYA RAYA CUAN BERLIMPAH RUAH ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ

Dah gitu aja.

 

Semoga kita semua selalu dikelilingi energi positif, dikelilingi orang-orang baik dan tulus, terkabulkan semua doa dan harapan.

 

AAMIIN~~~

 

thank you for coming reader |read my older posts please | nhaz montana